Return to Activities

Centro John Paul II

1. Kilas Sejarah Pembentukan Kelompok

Berita meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, segenap dunia mengarahkan perhatiannya ke Vatikan, bahkan jauh sebelum hari 02 April 2005 malam itu. Orang berjaga menemani kepergian orang besar yang telah”bukan saja” menghantar Gereja memasuki milenium baru, tapi juga seluruh dunia ke tatanan yang lebih berkemanusiaan.

Warga Seminari Ritapiret, terutama para staf pendampingnya, yang kala itu mayoritas adalah tamatan beberapa Universitas Kepausan Roma, setia mengikuti hari demi hari dan merasakan denyut bersama warga dunia menemani Bapa Suci yang makin lemah, letih dan nyaris tak bernafas. Intensitas mengikuti hari-hari “sedih” itu, terus berlanjut sampai pemilihan Bapa Suci yang baru Benediktus XVI.

Di sela hari-hari itulah, muncul gagasan untuk mengabdikan figur Yohanes Paulus II di Bunda Rita. Sempat terlontar begitu saja suatu Centro yang didedikasikan kepada Bapa Suci ini.

Romo Richardus Muga Buku, Pr menyampaikan gagasan untuk membentuk Centro di Seminari Tinggi kepada Romo Philipus Ola Daeng, Pr. Romo Philip sangat antusias dan langsung menunjuk “Kamar Paus” sebagai tempatnya. Gagasan untuk membentuk kelompok Centro ini baru mendapat tanggapan serius pasca adanya dialog dan tukar pengalaman antara Romo Richard dan Romo Pede da Lopez (seorang imam senior di Ritapiret). Dalam dialog dan tukar pengalaman itu, Romo Pede menceritakan pengalamannya tentang pertemuannya dengan rekan pastor dari Polandia P. Glinka, SVD. Romo Pede dalam dialognya dengan Pater Glinka menceritakan tentang Romo Richard seorang pengagum berat Karol Woytila (nama asli Paus Yohanes Paulus II). Niat dari romo Richard ini mendapat tanggapan positif dari Romo Pede, sehingga Romo Pede meminta Romo Richard untuk menulis surat kepada Pater Glinka. Namun sebelum mengirim surat, bliau memantapkan rencana atau proyeknya untuk membentuk kelompok kecil, bakal Centro. Pertemuan dengan om tuan(sapaan manis Romo Richar untuk Romo Pede) ini semakin menggerus niat Romo Richard untuk mewujudkan niatnya.

2. Latar Belakang
Kelompok ini dibentuk dengan dasar pertimbangan:

  • Tokoh John Paul II dikagumi oleh banyak orang. Ia dikagumi karena menampilkan suatu kepribadian sangat kharismatis yang pemikiran-pemikirannya, kata-kata dan tindakannya mempengaruhi berubahnya wajah dunia sebagai akibat dari berubahnya watak manusia yang menghuninya.
  • Tokoh karismatis yang amat dikagumi ini pada tanggal 11 oktober 1989 menginap di Seminari Tinggi Ritapiret dalam rangka kunjungannya di Indonesia. Ritapiret pernah mendapat rahmat istimewahberupa jawaban atas permintaan “mane nobiscum domine”.
  • Selama ini ada begitu banyak tamu dan hampir setiap tamu yang berkunjung ke Ritapiret berkeinginan mengunjungi kamar Bapa Suci.

3. Tujuan
Tujuan dari kelompok ini:

  • Mengaktualisasikan dan meranimasi pemikiran-pemikiran brilian dari tokoh ini baik masih sebagai Karol Woytila maupun sebagai Yohanes Paulus II.
  • Mengoleksi segala sesuatu yang berkaitan dengan tokoh ini, entah berupa buku-buku, album foto, CD, VCD, DVD dan pelbagai artikoli.
  • Menyiapkan pelbagai Informasi berkaitan dengan tokoh ini.
  • Melestarikan situs “Vatikan Semalam” dan menjadikannya sebagai Objek yang menarik bagi pengunjung Rumah Rita.
  • Menyiapkan dokumentasi seputar Yohanes Paulus II sebagai sumber inspirasi rohani-intelektual bagi para pengunjung.

4. Kegiatan Kelompok ini:

  • Studi Kelompok. Dalam kegiatan studi kelompok ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dari para frater yang memiliki minat dalam pengembangan intelektual melalui diskusi dengan membedah tema-tema seputar kehidupan seosial, agama dan sebagainya yang memiliki keterkaitan dengan gagasan brilian dari Bapa Suci ini.
  • Membuka jaringan dengan “Centro John paul II” yang tersebar baik di dalam maupun di luar negeri.
  • Menghidupkan semangat anak-anak misioner (Skami) dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada pengembangan hidup rohani dan mental kristiani dengan berlandas pada semangat “Lolek”.

Info: Kelompok minat Centro John Paul II-Ritapiret memiliki divisi-divisi kerja antara lain: divisi diskusi (untuk memfasilitasi kegiatan diskusi kelomok), divisi Lolek(untuk kegiatan SKAMI Lolek), divisi Menulis( untuk pengembangan bakat tulis-menulis, baik di media surat kabar atau juga di majalah-majalah kampus), divisi kamar Bapa Suci( untuk merawat dan menjaga segala sesuatu yang berkenan dengan kenangan kunjungan Bapa Suci di Maumere, lebih khusus “Vatikan Semalam” di Ritapiret).