Return to Activities

Frapala

KELOMPOK MINAT FRAPALA

Di Mata Air Wair Puang

Di Mata Air Wair Puang

          Sejarah Singkat

Adalah 9 orang fundator yang menjadi pendiri kelompok minat Frapala (Frater Pencinta Alam ini). Mereka adalah Yoseph Leonardy Ahas, Adrianus Purnama Jaya, Paulus Nunang, Servulus Juanda, Yohanes Berkhman Mulyadi, Yoakim Lawa, Yohanes Hans Monteiro, Yohanes Letu Hayon dan Paulus Lobo. Mereka adalah para frater Seminari Tinggi St. Petrus RitapiretKesembilan saudara ini mendirikan kelompok minat yang dinamai FRAPALA sebagai akronim dari Frater Pencinta Alam. Dengan dasar minat dan perhatian pada alam serta keprihatinan mereka terhadap kerusakan dan kegersangan alam, maka, bertepatan dengan pesta St. Fransiskus Asisi yakni pada tanggal 4 Oktober 1993, kesembilan saudara ini berinisiatif untuk membentuk kelompok minat Frapala secara resmi. Mereka bersepakat dan bertekad untuk berpartisipasi aktif dan berjuang untuk melestarikan lingkungan hidup dengan cara membentuk kelompok minat ini. Kini, Kelompok Minat Frapala memasuki usianya yang ke-20. Dalam rentang waktu perjalanannya tersebut, Frapala menuai banyak kesuksesan dalam hal pelestarian lingkungan, hutan dan mata air yang terancam musnah oleh tindakan manusia sendiri. Frapala juga banyak menemukan banyak halangan yang cukup menyebabkan jatuh bangunnya kelompok ini. semuanya itu menjadi ajang yang bagus untuk lebih maju lagi dalam membentuk kelompok minat ini.

Cara hidup dan latar belakang santu Fransiskus menjadi penyemangat kelompok minat Frapala ini. Cara hidup santu Fransiskus Asisi yang menghayati jiwa kosmis dan mempunyai peran yang sangat penting dalam pelestarian alam, menjadi jiwa dan semangat yang ditimbah kelompok minat ini. Santu Fransiskus Asisi juga merupakan seorang yang miskin dan memandang alam sebagai hasil ciptaan Allah. Dengan itu, segala bentuk tindakan perusakan alam menjadi tindakan yang tidak ditolerir. Fransiskus juga tidak menggunakan alam hanya untuk kepentingan pribadi.

Apa yang telah menjadi perjuangan Fransiskus Asisi merupakan perwujudan dari hukum cinta kasih yang diajarkan oleh Sang Guru Yesus Kristus. Tidak hanya mencintai sesama namun, juga mencintai alam. Menganggap alam sebagai saudara merupakan perwujudan cinta kasih tersebut. Ini juga berarti bahwa menjadikan alam sebagai membawa syarat bahwa alam mesti menjadi bagian dari diri sehingga kerusakan pada alam menjadi cermin terjadi kerusakan pada diri. Dengan itu, Kelompok Minat Frapala mengambil motto “LEX INTERNA CARITATIS (Hukum Cinta Kasih)” sebagai arah dan dasar perjuangan kelompok. Bagi kelompok, konkretisasi dari hukum cinta kasih yang di ajarkan oleh Sang Guru tersebut berbentuk tindakan penyelamatan hutan yang telah gundul oleh kebiasaan masyarakat petani yang menerapkan pola becocok tanam tradisional dengan cara menebang pohon dan membakar hutan. Tindakan semacam ini menyebabkan hutan tidak lagi menyimpan air dan tanah menjadi tandus. Padahal tanah dan air merupakan kebutuhan vital bagi manusia.

Dalam rentang waktu perjalanannya yang panjang itu, Frapala telah banyak melakukan kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut mengikuti pola pembinaan dan pendampingan di Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret, tempat dibentuknya kelompok ini. Kegiatan-kegiatan tersebut dibagi menjadi 4 bagian besar yakni Pertama, kegiatan di bidang kerohanian berupa misa kelompok, sharing bersama, dan juga kegiatan kemping rohani. Kegiatan yang Kedua, adalah pengembangan intelektual. Hal ini nyata dalam keikutsertaan para anggota dalam penulisan majalah, saling membantu antar anggota dalam penyelesaian tugas baik yang diberikan oleh Rumah maupun pihak Sekolah Tinggi Filsafat Katolik, Ledalero. Dan bentuk kegiatan yang Ketiga menyangkut pembinaan di bidang sosial kemasyarakatan. Hal ini menyangkut relasi dengan instansi-instansi terkait semisal Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka, Badan Penaggulangan Dampak Lingkungan Daerah Kabupaten Sikka, serta masyarakat sekitar mata air. Dengan itu, anggota kelompok menjadi matang dalam pergaulan. Sedangkan, kegiatan yang Keempat menyangkut kerja tangan. Ini menjadi unsur yang paling penting dan menjadi wajah kelompok. Anggota mencintai kerja tangan. Hal ini berdasar pada kegiatan konkret kelompok yang selalu berurusan dengan alam.

Frapala melakukan kegiatan-kegiatan ini secara konsisten dan berkesinambungan. Lokasi yang menjadi target utama adalah mata air Wair Puang. Lokasi ini secara geografis terletak di daerah sebelah utara desa Rotat, kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Mata air ini menjadi pemasok utama kebutuhan akan air minum di kota Maumere, Ibu kota Kabupaten Sikka. Selain itu, Frapala juga memfokuskan diri pada penghijauan di pelbagai tempat di kabupaten Sikka yang terancam erosi dan berkurangannya debet air. Frapala juga beberapa kali menanam bakau di sekitar pantai utara Kabupaten Sikka, seperti daerah Wailiti dan beberapa tempat lainnya untuk mencegah terjadinya abrasi. Selain berpartisipasi aktif dalam melakukan penghijauan daerah-daerah yang terancam tandus dan juga penghijauan di Rumah Rita sendiri, Frapala juga menyempatkan diri untuk membuat sosialisasi dengan masyarakat sekitar daerah-daerah yang menjadi target Frapala. Masyarkat diberi pemahaman dan rasa tanggung jawab dalam hal pengolahan alam untuk kepentingan semua orang. Dengan itu, masyarakat sendiri diberi tanggung jawab bahwa alam merupakan bagian dari diri dan perlu mendapat perhatian yang serius.

Sedang membersihkan bak penampung di Mata Air

Sedang membersihkan bak penampung di Mata Air

Kepengurusan Kelompok Frapala

Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret

Sebagai kelompok resmi yang berdiri di bawah naungan Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret, Frapala mempunyai susunan kepengurusan dalam segala bentuk kegiatannya. Kepengurusan ini berganti setiap tahun dan juga sebagai ajang pembinaan dalam hal kepemimpinan sebagaimana layaknya sebuah kelompok. Kepengurusan Frapala terdiri dari pelindung yakni Praeses Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret. Kemudian seorang Moderator, Koordinator, Ketua dan Wakil Ketua serta Bendahara yang membawahi seksi-seksi serta yang terakhir adalah anggota. Untuk kepengurusan pada periode 2012/2013 adalah sebagai berikut:

 

SUSUNAN KEPENGURUSAN

KELOMPOK MINAT FRAPALA

2012/2013

Pelindung                               : Praeses Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret

Moderator                              : Rm. Norbert Labu, Pr.

Ketua                                      : Fr. Ivan Goran

Wakil Ketua/Sekretaris           : Fr. Elias Udit

Bendahara                               : Fr. Rian Da Cunha

Seksi-seksi                               :

Seksi Liturgi                            : Fr. Ardant Seka

                                                  Fr. Jefri Sengi

                                                  Fr. Narto Toda

                                                  Fr. Beni Bisa

                                                  Fr. Yoris Dampuk

Seksi Musik Vokal                  : Fr. Usno Saputro

                                                  Fr. Gusti Gu

Anggota:

Pino Fernandez, Jefri Sengi, Edi Woda, Edo Ricardo, Epih Daelnar, Roy Kelen, Stef Gayak, Paul Lein, Tinus Ama, Lorens Kopong, Bonny Kelen, Thomas Lewolya, Usno Saputro, Rio Michael, Erik Liwun, Jhon Waton, Arnold Maku, Leo Agung, Lius Uran, Ardant Seka, Safri Suhardi, Andre Pili, Yos Bogar, Yanto Songka, Berto Lezo, Eman Ama, Ely Wahyu, Noldy Hali Samon, Yohan Mere, Rudi Muga, Safan Rengu, Dino Ama Wawa, Selis Seso, Beny Bisa, Yadi Purnama, Jemmy Wuwur, Hendra Sola, Narto Toda, Oris Say, Yery Diaz, Feliks Sah, Yoris Dampuk, Ellias Palma, Hengky Loy, Jo Seran, Yohan Enggong, Andris Laja, Ferson Rangga, Donis Goa, Luky Pili, Har Parisa, Handri Masri, Gusti Gu, Patris Suryadi, Nong Jangong, Setus Bala, Aldo Ehak, Yohan Noe, Ius Rengga, Danan Pamungkas, Bye Wara, Jefri Tangguk, Goris Sogen, Ricky Potas, Oman Mbusa, Cecs Djo, Didi Buthe, Aris Haseng, Yandri Kolin, Yonas Langobelen, Tony Putra, Don’n Copertino, John Tobil, Benny Djata, Servasius Yano, Fritz Embu, Yohan Sega, Viktor Oyan, Itos Naga